Pemerintah Berkomitmen Perkuat Pelatihan Vokasi
Maritim " Jakarta, Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan untuk mengatasi kurangnya tenaga kerja dengan keahlian di bidang-bidang tertentu akan dilakukan pelatihan diberbagai bidang. œTahun ini kami akan melatih 500 orang di luar negeri dan 1000 di dalam negeri. Mereka akan dilatih di bidang-bidang elektronik, las, heavy truck, kemaritiman dan lainnya. Training ini akan melibatkan perusahaan-perusahaan besar dari Jerman, Cina dan Singapura. Kami juga akan melatih guru-guru pendidikan vokasi ini. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan terutama di luar Jawa, yang selama ini kurang kita perhatikan, ujar Menko Luhut pada acara buka puasa bersama media di kantornya, Rabu (6/5).
Menurut Menko Luhut kualitas tenaga kerja di bidang teknologi yang membutuhkan keahlian khusus terutama di luar Pulau Jawa saat ini dirasa masih kurang. œSeperti di Morowali, di sana ada 23.000 pegawai dan kira-kira ada 2.600 tenaga kerja dari Tiongkok. Tenaga kerja pendukung di sana kira-kira ada 50 ribu orang yang semuanya orang Indonesia. Jadi dari hampir 80.000 pegawai yang ada di sana itu pegawai asing atau yang dari Tiongkok itu hanya 2.600 orang, jelas Menko Luhut.
Kini, menurutnya,sudah dibangun Politeknik di Morowali sehingga dapat mengisi atau menggantikan pekerja pekerja asing tersebut. œSekarang kami sudah mulai merekrut para tenaga kerja untuk menggantikan tenaga kerja asing tersebut, sudah jalan pada tahun ini dan itu kita rekrut dari Manado, Makassar dan juga dari Morowali sendiri akan ada. Tetapi sedihnya yang dari Morowali masih banyak yang belum memenuhi standar, akhirnya kita matrikulasi. Yang ingin saya sampaikan adalah, ternyata pendidikan-pendidikan di beberapa daerah tersebut masih sedikit tertinggal dari daerah lainnya, dan itu yang ingin kita perbaiki kata Menko Luhut.
Sumber Informasi:
https://maritim.go.id/menko-luhut-pemerintah-berkomitmen-perkuat-pelatihan-vokasi/