Kota Pahlawan memiliki dua pelabuhan besar. Yakni, Tanjung Perak serta Teluk Lamongan. Sayang, keberadaan dua pangkalan tersebut belum bayak dirasakan warga. Salah satunya dalam menyerap tenaga kerja.
Pengamat transportasi laut Ali Yusa menjelaskan, Surabaya memiliki peran pentang dalam transportasi laut di Indonesia. Terutama bagi kawasan Indonesia Timur. Pasalnya setiap hari ratusan kapal dari metropolis berlayar mengirim barang ke luar pulau. "Surabaya menjadi kota penghubung" jelasnya.
Menurut Ali, pentingnya posisi Surabaya itu seharusnya dimanfaatkan pemkot. Misalnya di bidang perdagangan. Produk UMKM Surabaya bisa dipasarkan hingga pelosok Indonesia.
Keuntungan lain adalah tenaga kerja. Kawasan pelabuhan membutuhkan banyak SDM. Nah peluang itu bisa dimanfaatkan pemkot. "Dorong lembaga pendidikan atau sekolah untuk mencukupi kebutuhan SDM maritim tersebut," ucapnya.
Dari telaah Ali, sejatinya sekolah menengah kejuruan (SMK) di Surabaya telah menyiapkan SDM. Lulusan satuan pendidikan itu telah dibekali kemampuan di bidang trasnportasi laut. Selain itu ada SMK Pelayaran. Jumlahnya memang masih sedikit. Namun, kualita pendidikannya jempolan. "Dengan kemampuan APBD Surabaya, tinggal menjaring siswa masuk ke dunia maritim," tutur kepala Living Lab Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) tersebut. (gal/c12/aph)
First choice maritime schools